GARUTNEWSTODAY.COM – Garut, Sukaresmi – Pemerintah Desa (Pemdes) Sukalilah, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, menyambut baik pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) yang digelar oleh STIKes Karsa Husada Garut pada awal tahun 2026.
Kegiatan akademik tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang menjadi salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pada tahun ini, KKN STIKes Karsa Husada Garut berfokus pada sektor kesehatan dengan pendekatan promotif dan preventif di tengah masyarakat desa.

Pembukaan KKN PKMD secara resmi dilaksanakan pada 30 Desember 2025 dengan mengusung tema utama “1000 Hari Pertama Kehidupan”, yang menitikberatkan pada upaya peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia di masa depan.
Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa diterjunkan langsung ke desa-desa untuk melakukan berbagai program kesehatan, mulai dari edukasi gizi, peningkatan kapasitas kader kesehatan, hingga pendampingan masyarakat dalam membangun kesadaran hidup sehat di wilayah kerja masing-masing.
Salah satu lokasi pengabdian yang menjadi sasaran kegiatan KKN PKMD STIKes Karsa Husada Garut adalah Desa Sukalilah, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut. Desa ini menjadi tempat mahasiswa mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan ke dalam praktik nyata di tengah masyarakat.
Kepala Desa Sukalilah, Asep Haris, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada desanya sebagai lokasi KKN PKMD. Ia berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
> “Alhamdulillah Desa kami diberikan kepercayaan untuk kegiatan KKN STIKes Karsa Husada Garut. Sebanyak kurang lebih 60 mahasiswa dan mahasiswi melaksanakan kegiatan KKN PKMD pada bulan Januari 2026. Para mahasiswa akan melaksanakan KKN selama kurang lebih dua minggu,” ujar Asep Haris kepada media, Senin (5/1/2026).
Lebih lanjut, Asep Haris menilai program KKN PKMD ini sejalan dengan kebutuhan desa, khususnya dalam penguatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan sejak dini, terutama pada masa 1000 hari pertama kehidupan.
Melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, Asep Haris juga menyampaikan petikan sambutan resmi penerimaan mahasiswa KKN PKMD STIKes Karsa Husada Garut yang sarat makna dan refleksi sosial tentang posisi desa dalam pembangunan nasional.
Dalam sambutannya, Asep Haris mengawali dengan mengucapkan selamat datang kepada para dosen pembimbing dan mahasiswa KKN di Desa Sukalilah Sukaresmi, sebuah desa yang menurutnya jarang muncul di linimasa media sosial dan kerap dipandang sebelah mata.
Ia menegaskan bahwa desa sering kali hanya disebut ketika dibutuhkan, namun tidak jarang dicitrakan buruk, dianggap tertinggal, miskin, dan tidak maju. Padahal, menurutnya, kehidupan masyarakat perkotaan tidak terlepas dari hasil bumi desa yang menjadi sumber pangan utama.
“Ironis, desa memberi makan negeri ini, tapi desa sering terpinggirkan dalam kebijakan, tertinggal dalam pembangunan, dan dijadikan bahan ejekan di media sosial,” tuturnya dalam sambutan tersebut.
Asep Haris menekankan bahwa kehadiran mahasiswa KKN bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi menjadi momentum untuk melihat langsung realitas desa yang sering luput dari perhatian ruang kelas dan layar gawai.
Ia juga mengingatkan bahwa KKN merupakan wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, di mana ilmu pengetahuan tidak hanya dipamerkan, tetapi diuji dan dipraktikkan dalam realitas sosial masyarakat.
“Desa tidak membutuhkan belas kasihan. Desa membutuhkan keadilan, perhatian, dan keberpihakan. Mahasiswa sejak dulu selalu berada di barisan orang-orang yang berani berpihak pada kebenaran dan keadilan sosial,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Asep Haris berharap meskipun KKN berlangsung singkat, dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang, baik bagi desa maupun bagi cara pandang mahasiswa terhadap Indonesia dan pembangunan desa ke depan.
“Belajarlah dari desa, dan semoga ketika kalian pulang nanti, kalian membawa pulang empati, kesadaran, dan keberpihakan,” pungkasnya.
Pelaksanaan KKN PKMD STIKes Karsa Husada Garut di Desa Sukalilah diharapkan mampu memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan berdaya.
***Red









